Tampilkan postingan dengan label 5. place. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 5. place. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Oktober 2010

Bagaimana Memilih Lokasi Usaha?

Beberapa minggu yang lalu Toko Addina kehadiran rekan dari TDA Bekasi yaitu Pak Dody. Kami berdiskusi seputar memulai usaha di kios atau toko. Ada satu pertanyaan yang masih terngiang dan masih terus terpikir yaitu bagaimana cara memilih lokasi untuk membuka kios? Kalau kembali kilas balik saat pertama membuka kios Addina, saya tidak punya kriteria yang sistematis dalam memilih kios. Ketika saya dan istri saya sudah memutuskan untuk segera memulai usaha, saya hanya lihat-lihat dan menginventarisir kios-kios yang dikontrakkan di sekitar Pasar Perumnas Klender. Kemudian saya amati trafik di depan masing-masing kios. Dan dengan menggunakan feeling saya banding-bandingkan kios2 yang akan jadi target.
Baru kemudian setelah mantap dengan salah satu pilihan,saya tanya harga sewa dan nego dengan penyewa. Dengan pertimbangan: harga sewanya masuk dalam perhitungan, maka kamipun deal.
Untuk deal-nya sendiri, saya masih mencoba menawar untuk mendapatkan keringanan pembayaran. Maksudnya uang sewa tidak dibayar sekaligus, tapi minta di cicil dalam beberapa bulan. Akhirnya kami sepakat untuk mencicil dalam 3 bulan. Hal ini sangat meringankan pembayaran dan bahkan untuk bulan kedua dan ketiga, saya membayar sewa kios tidak murni dengan uang tabungan (modal awal), tapi sebagiannya bisa kami bayar dengan keuntungan penjualan bulan pertama dan kedua.
Memang untuk membuka toko off-line, lokasi fisik menjadi sangat penting. Karena kita benar-benar bergantung pada trafik dan kunjungan orang secara langsung. Semakin banyak orang yang lalu-lalang di sekitar kios, asumsinya akan semakin mudah menarik orang untuk masuk dan melihat-lihat ke toko kita (leads semaking besar).
Cuma, umumnya harga sewa lokasi yang strategis (yang trafiknya tinggi) berbanding lurus dengan harga sewanya. Padahal bagi pemula, modal biasanya masih terbatas sehingga bisa-bisa modal habis terpakai hanya untuk sewa. Kalau tidak ada kendala modal tentu saja lebih baik langsung mencari lokasi-lokasi yang sudah pasti ramai dan strategis.
Waktu pertama kali hunting kios. yang saya cari adalah lokasi yang terjangkau harga sewanya dan dekat dengan keramaian. Lokasi kios pertama saya, memang ada di dekat pasar perumnas Klender, tapi bukan berada di jalan utama, bukan di jalan yang trafiknya tinggi. Sehingga uang sewanya realatif lebih terjangkau.
Yang membuat kami beruntung, meskipun bukan berada di jalan besar, di sekitar kami belum ada toko sejenis / serupa, sehingga belum ada persaingan. Jadinya, sambil belajar kami bisa memanfaatkan keunggulan yang lain (selain lokasi) sebagai daya jualnya. Sehingga kami bisa mengoptimalkan penjualan.
Alhamdulillah usaha kami bisa berkembang, dan kami mulai memikirkan untuk pindah lokasi ke tempat yang lebih ramai setelah punya cukup modal dari keuntungan di kios pertama. Apalagi setelah munculnya pesaing di sekitar kami, maka keputusan kami untuk pindah ke ruko yang lebih besar kami nilai sangat tepat.
Oh ya saya ingat salah satu nasehat, untuk mencari lokasi jangan terpatok hanya pada keramaian jalannya, tapi perhatikan juga orang-orang yang lalu lalang tadi kira-kira mungkin atau tidak, mau berhenti dan mampir ke toko kita. Contohnya begini, ada calon pengusaha aksesoris motor, yang di cari tentu jalan yang trafik sepeda motornya ramai. Setelah dapat lokasi yang dianggap cocok, dibukalah toko aksesoris motor.
Berhari-hari setelah toko dibuka, penjualannya sangat kecil. Selidik punya selidik, ketahuan bahwa memang trafik pengendara motor di jalan itu sangat ramai. Tapi jarang yang mau berhenti karena mereka memang cuma lewat untuk pulang dan pergi kerja. Nah setelah dipindah tokonya ke lokasi lain, tokonya mulai maju. Karena berada di dekat perumahan dan tokonya justru ramai bukan oleh orang yang lalu lalang tapi memang orang yang benar-benar mau beli aksesoris dan mereka melakukannya di waktu-waktu luang (bukan dalam perjalanan pulang pergi ke kantor).
Kesimpulannya, untuk mengawali berjualan di toko atau kios, sesuaikan lokasi dengan target dan modal yang kita miliki. Kalau sudah berjalan dan menguntungkan, bersiaplah untuk pindah ke lokasi yang lebih besar dan lebih strategi. Tentu saja kesimpulan ini bukan patokan, hanya pengalaman saya pribadi. Mungkin pengalaman yang akan Anda peroleh akan berbeda dan unik, karena memang bisnis bukanlah ilmu pasti tapi boleh dibilang merupakan ketrampilan (skill) dan seni.

Kiat Mencari Ruko Yang “Berpotensi” Untuk Tempat Usaha

Memilih tempat untuk membuka usaha di ruko perlu mempertimbangkan beberapa hal, pembahasannya lebih ke pertimbangan secara teori perilaku arsitektur, langsung saja yaa…
> Kalau memilih ruko di dalam perumahan,
+ cari yang memiliki tingkat hunian cukup tinggi, karena kemungkinan besar akan berpotensi ramai dan mudah disewakan. Cara ngeceknya di lokasi : terlihat ada mobil atau motor di garasi/carport, kondisi rumah terawat, ada banyak rumah yang direnovasi, sedikit rumah yang dipasang tanda “dijual”.
+ Kalau bisa posisinya di lokasi yang banyak dilalui pengunjung atau penghuni perumahan. Memang, harganya lebih mahal namun lebih hidup dan lebih mudah memperkirakan dagangan yang layak dibuka.
> Kalau mencari ruko di luar perumahan,
+ Lihat apakah ada potensi pengunjung dari daerah sekitarnya.
+ Apakah mudah diakses dari berbagai penjuru dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum?
Secara umum berikut beberapa pertimbangan penting :
> Aksesibilitas ke lokasi tempat usaha, lokasi ruko musti berada di lintasan para warga atau kendaraan umum.
> Ada daya tarik yang lain, maksudnya disekitar lokasi ruko lebih baik ada pendukung seperti supermarket, mal, perkantoran besar, atau resto favorit. Contoh kasus kalau di kota semarang ; ruko Pemuda Mas yang berdekatan dengan DP Mall dan Carrefour, ruko Pandanaran yang berdekatan dengan perkantoran besar dan berada di jalanan pusat oleh2 kota Semarang.
> lihat kapasitas parkir yang disediakan, kesulitan dalam mendapatkan parkir mobil atau motor dapat membuat konsumen enggan berbelok untuk mampir ke tempat usaha Anda. Pertimbangkan juga bahwa untuk parkir mobil diperlukan manuver, sehingga parkir yang luas lebih menarik konsumen.
> Ukuran Luas Ruang Usaha.
+ Perhatikan lebar dan panjang per unit ruko, idealnya lebar yang leluasa untuk menata interior minimal 5 meter, bila kurang dari 5 meter, biasanya penataan interiornya lebih pada keputusan tidak ada pilihan.
+ lebih detail kita perhatikan besaran ruang yang disediakan sebagai tempat usaha, apakah bentuknya persegi panjang atau bujur sangkar, karena akan berpengaruh terhadap penataan barang yang akan dijual dan pergerakan sirkulasi untuk pengunjung
> Desain Tampak Depan Ruko.
Desain tampak depan juga perlu diperhatikan, saya ambilkan contoh misalnya : kita buka usaha restoran bernuansa jawa tapi gaya desain arsitektur tampak depannya justru bergaya klasik, kan jadi ngga cocok, akhirnya kita perlu melakukan penyesuaian desain tampak, dan hal ini menambah biaya renovasi untuk Anda. Menurut saya pilihan desain tampak yang sederhana atau biasa saja, justru dapat membuat Anda leluasa merubah tampak depan ruko sehingga sesuai dengan usaha Anda sekaligus mampu menciptakan dan meningkatkan brand dari usaha Anda serta membuat tempat usaha Anda mudah dikenali.
> Harga Ruko.
Bandingkan harga ruko sekelas sebelum melakukan pembelian agar kita mengetahui harganya rasional atau tidak. Kalau mau menyewa ruko, normalnya harga sewa ruko sekitar 7% - 8% dari harga jual, Anda juga dapat menghubungi broker kepercayaan Anda untuk mengetahui pasaran harga ruko disekitarnya.
> Faktor Keamanan
Keamanan tidak melulu soal kriminal, tetapi juga kebakaran dan bencana alam, nah untuk yang terakhir ini perhatikan lokasinya, apakah berada di daerah rawan longsor atau banjir?
Semoga menambah wawasan Anda…

http://arsitektursemarang.site50.net/2009/02/kiat-mencari-ruko-yang-%E2%80%9Cberpotensi%E2%80%9D-untuk-tempat-usaha/

Hal yang harus diingat untuk meneliti lokasi tempat usaha

1. Perhatikan akan katerbatasan modal. Sebelum Anda melakukan penelitian, tentu Anda telah dapat mengukur kemampuan keuangan Anda sendiri. Apakah tempat yang digunakan untuk berusaha tersebut akan disewa atau dibeli. Kalau harganya atau sewanya tidak cocok, tidak ada gunanya meneliti situasi lokasi tersebut lebih lanjut.

2. Pelajari lebih mendalam lokasi yang telah dipilih. Untuk Anda yang memilih jenis usaha toko atau jasa didaerah pemukiman, perlu juga dipertimbangkan hal-hal berikut, misalnya :

a. Kelompok kesukuan Dengan mengetahui berbagai macam suku yang mungkin berada didaerah tersebut, maka kita juga akan mengetahui kebutuhan spesifik dari kelompok tersebut.

b. Kepercayaan maupun kebudayaan Anda tentunya tidak akan menjual produk-produk yang tidak dikonsumsi oleh sebagian besar penghuni karena faktor tertentu.

c. Taraf hidup maupun daya belinya. Dengan pengamatan, Anda tahu produk dan jasa maupun kualitasnya yang perlu disediakan dan yang cocok untuk konsumen.

d. Jumlah pembeli yang diharapkan membeli. Hal ini diperlukan untuk menetapkan banyaknya macam-macam penjualan atau rata-rata nilai penjualan setiap harinya untuk memperkirakan perputarannya.

3. Potensi perkembangan daerah. Selidiki sebelumnya bahwa daerah yang telah Anda pilih merupakan daerah yang berkembang dan tumbuh dengan cepat atau sebaliknya. Hal ini dapat Anda tanyakan kepada pihak perusahaan yang membangun perumahan atau developer. Misalnya tahap-tahap pembangunan rumah-rumah baru, juga banyaknya usaha yang sudah ada. Misalnya kalau tahap Ke I baru dibangun 200 rumah, diharapkan tahap berikutnya sudah dibangun 400 rumah dalam tahun yang sama.

http://cooperative-naive.forumotion.net/management-articles-f27/teliti-memilih-lokasi-usaha-t51.htm

Teliti Memilih Lokasi Usaha

Memilih lokasi tempat usaha untuk bisnis eceran, atau toko kelontong, restoran, jasa perbaikan alat-alat listrik atau bengkel motor atau industri kecil seperti pabrik permen atau kerupuk dan lain-lain, tampaknya gampang-gampang susah.

Sebenarnya usaha seperti ini dapat saja dilakukan dirumah sendiri. Akan tetapi yang akan dibahas disini adalah kegiatan usaha yang diadakan diluar tempat tinggal si pengusaha.

Lalu mengapa perusahaan besar atau konglomerat di Jakarta memilih lokasi usahanya di jalan-jalan utama seperti di Jalan Sudirman atau Thamrin. Padahal biaya berkantor di tempat tersebut sangat mahal. Tentu karena mereka mempunyai pertimbangan tersendiri, misalnya karena gengsi atau untuk membentuk citra perusahaan.

Ada sebuah anekdot yang mengatakan bahwa saudara-saudara kita dari Sumatera yang berbakat dagang itu kalau merantau ke Jakarta, pasti tidak akan kelaparan. Apa pasal. Karena kehidupan di Jakarta yang katanya lebih kejam dari ibu tiri, memberi kesempatan kepada mereka yang mau berusaha. Lihat saja rumah makan Minang hampir terdapat disetiap pojok kota Jakarta. Begitu juga warung makan "WARTEG" bertebaran di mana-mana bahkan sampai dipinggiran kota.

Kembali ke contoh : "Orang awak" tadi, mereka tidak boleh melihat lahan kosong dipinggir jalan yang ramai dan strategis, langsung saja menggelar selembar kertas koran dan menaruh barang dagangannya diatasnya. Dagangan yang umumnya berupa satu jenis barang seperti : pensil, dompet, sepatu, saputangan, kemeja atau celana dan sebagainya.

Dengan modal selembar kertas koran dan satu jenis barang dagangan apakah mereka dapat berkembang? Sulit diramalkan. Bisa ya, bisa juga tidak. Bagi mereka yang rajin, ulet, hemat mungkin saja mereka dapat berkembang. Ini berkat kejeliannya mengamati situasi disekitarnya. Tidak jarang akhirnya mereka memiliki toko yang bonafide. Sedang bagi yang lain mungkin hanya hidup biasa-biasa saja. Belum lagi karena faktor lain seperti digusur KAMTIB atau hari hujan, yang otomatis mereka tidak dapat berdagang.

Karenanya, agar usaha dapat berjalan dengan aman dan lancar serta dapat berkembang, memang perlu memilih lokasi tempat usaha yang tepat. Untuk menemukan lokasi yang dapat menghasilkan bukan pekerjaan yang gampang. Untuk itu perlu kerja keras dan penuh kesabaran disamping memerlukan pertimbangan banyak faktor.

Faktor-faktor tersebut akan berbeda-beda tergantung dari jenis usaha yang dilakukan. Apakah berupa toko kelontong, pabrik tempe atau roti, bengkel atau restoran dan sebagainya. Bagaimanakah menemukan lokasi usaha yang strategis dan tepat itu? Nah, untuk itu kita memang perlu melakukan penelitian sebelumnya.

Sebagai contoh : mendirikan industri kecil pabrik roti. Meski telah ditemukan lokasi yang tepat, masih perlu dipertimbangkan hal lainnya seperti : apakah ada kemudahan untuk menambah daya listrik, kemudahan keluar masuknya kendaraan untuk mengangkut bahan baku atau produk barang jadi. Apakah gedung masih harus direnovasi dan bagaimana dengan biayanya, bagaimana pula dengan reaksi masyarakat sekitar, apakah dapat menerima keberadaan tempat usaha dilokasi tersebut. Bagaimana dengan izin usaha dan sebagainya.

Jangan sampai terjadi, kita telah membeli atau menyewa tempat dilokasi yang kita inginkan tetapi masyarakat sekitar menolak keberadaan usaha kita ditempat tersebut. Penolakan ini disebabkan karena limbah kotoran atau polusi suara karena gemuruhnya mesin penggiling dan sebagainya. Akibatnya biaya sewa dan biaya lain yang telah dikeluarkan akan menjadi sia-sia. Begitu juga pertimbangan lain, misalnya mengenai daya listrik. Untuk sebuah restoran mungkin tidak memerlukan daya listrik yang besar bila dibandingkan untuk keperluan pabrik.

Untuk restoran, kamar kecil yang bersih, sirkulasi udara yang baik diruang makan maupun didapur, meja dan lantai yang bersih termasuk lap tangan yang tidak dekil dan basah, sangat besar artinya agar pelanggan tidak lari.

Disamping itu dikota-kota besar sarana telpon sudah perlu untuk dipertimbangkan.

Sebagai kesimpulan, sebelum kita memulai untuk menentukan tempat usaha disuatu lokasi tertentu, memang perlu dilakukan penelitian sebelumnya.

http://cooperative-naive.forumotion.net/management-articles-f27/teliti-memilih-lokasi-usaha-t51.htm

Cara Memilih Lokasi Usaha yang Tepat

Salah satu keputusan yang sangat penting sebelum memulai bisnis waralaba adalah memilih lokasi yang strategis sebagai tempat usaha. Karena lokasi ikut berperan menentukan tingkat kesuksesan usaha Anda. Jika tidak atau belum memiliki bayangan seberapa strategis lokasi yang ingin Anda pilih, sebaiknya meminta kepada franchisor untuk memberi gambaran tentang lokasi tempat usaha itu. Atau, mintalah nasehat kepada franchisor dimana sebaiknya lokasi yang tepat untuk usaha Anda.
Biasanya, franchisor melakukan studi (riset) pasar sebelum memberikan persetujuan kepada franchisee. Riset ini salah satunya mengenai trade area franchise untuk mengetahui secara demografis potensi usaha dan informasi yang berhubungan dengan lokasi/tempat belanja masyarakat. Tidak ada salahnya jika Anda meminta lebih rinci gambaran dan potensi lokasi yang direncanakan. Berikut beberapa yang harus dipertimbangkan dalam memilih lokasi.
1. Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk menjadi salah satu indikator besarnya potensi pasar usaha yang ingin Anda geluti, meskipun hal ini belum menjadi ukuran final. Apakah bisa dijadikan sebagai tempat belanja masyarakat.

2. Penghasilan
Jika kepadatan penduduk tidak linear dengan daya beli masyarakatnya, maka berarti lokasi itu tidak tepat sebagai tempat/pusat perbelanjaan. Karena itu, perlu Anda cermati bagaimana penghasilan penduduk di area trade Anda. Apakah lingkungan dekat menyukai jika mereka ditawarkan produk dari usaha franchise atau pusat perbelanjaan yang Anda miliki?

3. Jumlah usaha
Adakalanya, lokasi yang dipilih merupakan pusat shopping (pusat shopping) atau sentra perdagangan. Nah, apakah banyaknya usaha berpengaruh kepada lokasi? Apakah tipe bisnis di area itu menggunakan produk atau service yang ditawarkan franchise?

4. Tempat
Ada beberapa tipe tempat yang bisa dipilih untuk usaha Anda seperti mal (shopping mall), sentra usaha, perumahan, pinggir jalan dan sebagainya. Anda perlu menanyakan, apakah kebanyakan franchisee yang sukses berada di lokasi franchise seperti di dalam mal, di bagian yang paling ramai, di bagian terpisah dari mal, stand atau bangunan tersendiri atau di sentra industri?

5. Jumlah Traffic
Berapa banyak kendaraan yang lalu lalang di lokasi itu per harinya? Apakah orang yang lalu lalang akan dapat melihat tanda bisnis (plang) Anda? Apakah lokasinya mudah diakses?

6. Pusat keramaian
Jika lokasi berada di bagian mal misalnya Mall Depok Town Square, kebanyakan pusat lalu lalang yang terbaik adalah di outlet-outlet makanan. Kadang-kadang, di seberang jalan mal juga menjadi tempat yang di penuhi orang lalu lalang dan biasanya harga sewanya juga lebih murah. Bisa juga lokasinya di rumah sakit, kampus atau di pusat-pusat orang datang.

7. Akses karyawan
Bisa saja lokasi yang jarak tempuhnya sangat jauh menjadi kontra produktif buat karyawan Anda. Karena itu, lokasi sebaiknya terbilang cukup dekat terutama bagi karyawan utama Anda. Misalnya Mall Depok Town Square.

8. Zona
Jika lokasi yang Anda pilih bukan daerah perdagangan semacam shopping mall atau tidak cocok dengan usaha Anda, sebaiknya tidak dipaksakan. Maka, perlu juga Anda menanyakan, apakah zona lokasi cukup pantas untuk bisnis Anda.

9. Kompetisi
Pertimbangkan juga tingkat kompetisi usaha yang ingin Anda jalankan. Jika di lokasi tersebut sudah jenuh dengan usaha yang menawarkan produk sejenis, bisa jadi lokasi itu menjadi tidak strategis buat Anda.

10. Appearance
Anda pasti ingin usaha Anda terlihat berwibawa dan lingkungan di sekeliling lokasi tidak mengganggu usaha franchise Anda. Tanyakan kepada franchisor, apakah area lokasi cukup bersih dan terkendali? Apakah lingkungannya juga cukup baik?
Selanjutnya, mintalah franchisor membantu Anda bernegosiasi untuk mendapatkan lokasi yang strategis dan harga sewa yang lebih murah. Karena bisa saja dalam kasus tertentu, usaha tersebut dibutuhkan, misalnya oleh real estat untuk menjaring pasar.

Berikut kriteria demografik dalam memilih lokasi paling top.
Top four
1. Usia penduduk yang menjadi target pasar Anda.
2. Jumlah keluarga
3. Income setiap keluarga
4. Jumlah penduduk
Kriteria tambahan
1. Kompetisi di area atau lokasi
2. Prosentase penduduk yang menjadi target Anda.
3. Jumlah pria dan wanitanya
4. Prosentase populasi berdasarkan income yang masuk kategori konsumen potensial
5. Jumlah rumah tangga dengan income yang lebih besar
6. Rata-rata income keluarga
7. Income kelurga yang medium
8. Prosentase penduduk yang berpendidikan sarjana
9. Prosentase penduduk yang bekerja kantoran
10. Kepadatan penduduk


http://kamissore.blogspot.com/2009/01/cara-memilih-lokasi-yang-tepat.html